Soal Wagub, Basuki Pilih Sarwo Handayani

Soal Wagub, Basuki Pilih Sarwo Handayani
Jakarta – Masih belum pastinya calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampingi saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta tidak menjadi suatu persoalan yang besar bagi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Tetapi kalau boleh memilih, pria yang akrab disapa Ahok ini menginginkan sosok Wakil Gubernur (Wagub) seperti Deputi Gubernur DKI bidang Pembangunan Sarwo Handayani.

“Untuk Wagub, kita enggak tahu siapa, terserah partai saja. Tapi saya syaratkan mesti cari orang yang jujur dan mau kerja keras. Kalau dia enggak mau kerja keras, kita drive dari pagi sampai malam seperti itu, bisa ribut,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (22/8).

Menurutnya, sosok yang mau kerja keras, jujur dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas ada dalam diri Sarwo Handayani (Yani).

Berdasarkan pengamatan dan penilaiannya secara langsung, Yani memiliki kinerja yang bagus dan dapat menyesuaikan ritme kerjanya dengan ritme kerja dirinya.

“Kalau boleh pilih, saya pilih Bu Yani. Saya pilih Bu Yani jadi wagub. Kalau kerja keras, jujur dan dedikasi itu ada dalam diri dia. Bu Yani itu kan kerjanya keras. Bagus orangnya. Kalau boleh pilih, saya akan pilih dia jadi wakil saya,” ujarnya.

Diungkapkannya, pendamping dirinya tidak harus memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. Paling tidak cawagub tersebut pernah menjabat sebagai pejabat eksekutif di pemerintahan daerah.

Dia mencontoh teori dari Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln. Teorinya menyatakan karakter seseorang baru teruji kalau orang itu pernah diberi kekuasaan.

“Saya mana tahu karakter Anda jadi wagub, kalau anda enggak pernah memegang jabatan di pihak eksekutif (Pemda). Teorinya Abraham Lincoln kan seperti itu,” paparnya.

Namun yang terpenting bagi dirinya adalah sosok wagub yang akan mendampinginya sudah teruji memiliki karakter dan moral yang baik, jujur dan bisa membuktikan hartanya sesuai dengan pajak yang dibayarkannya.

“Yang penting dia teruji enggak karakternya, dia jujur enggak, bisa buktikan enggak hartanya sesuai dengan apa yang dia bayarkan. Jangan sampai punya jam tangan Richard Mille beberapa buah, tapi bayar pajak tidak sesuai,” tegasnya.

(beritasatu.com)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *