Baru seminggu dilantik, DPRD Bali minta gajinya ditambah

Baru seminggu dilantik, DPRD Bali minta gajinya ditambah
Merdeka.com – Baru delapan hari duduk sebagai anggota dewan di Provinsi Bali, para anggota dewan ini sudah mulai ribut ‘merengek’ soal gaji yang kecil. Padahal, masing-masing dari 55 anggota dewan yang bertempat di Renon Denpasar, ini sudah mengantongi uang saku sebesar Rp 9,2 juta saat pelesiran dua kali ke Jakarta.

Saat ini, anggota DPRD Provinsi Bali menerima gaji pokok sebesar Rp 7 juta. Jika ditambah dengan sejumlah tunjangan, maka para legislator mengantongi pendapatan kotor sekitar Rp 24 juta tiap bulan. Namun, angka ini dinilai masih belum cukup untuk menjadi wakil rakyat di daerah yang biaya hidupnya tinggi seperti di Bali.

“Kita akan menerima pendapatan selama satu bulannya 24 juta rupiah, itu sudah termasuk tunjangan itu. Gaji pokoknya tujuh juta,” keluh anggota DPRD Provinsi Bali Nyoman Parta, di Gedung Dewan, Rabu (10/9).

Dia membandingkan dengan dewan di DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah, maka pendapatan anggota DPRD Provinsi Bali masih jauh lebih kecil. Ini tidak saja terkait gaji pokok, sebab untuk tunjangan di daerah-daerah tersebut juga jauh lebih tinggi.

Ini dinilai ironis oleh Parta, mengingat biaya hidup di Bali justru lebih tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah di daratan Jawa.

“Contoh untuk perumahan. Dalam aturan, negara harus menyiapkan rumah untuk anggota dewan. Tetapi itu tidak mungkin kan. Maka disiasati dengan tunjungan perumahan yang keseluruhannya sebesar Rp 13 juta, dibandingkan dengan Jawa Barat yang mengalokasikan Rp 18 juta dan DKI Jakarta Rp 20 juta,” urai Partai

(merdeka.com)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *