Ratusan Nelayan Tertangkap, Malaysia Tolak Akui Sebagai Warga Negaranya

Manusia perahu (kompas)Manusia perahu (kompas)
wartalima.com – Ratusan nelayan ilegal yang tertangkap di perairan Derawan hingga kini masih terkatung-katung di tempat penampungan lapangan Bulalung, Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Utara. Pasalnya, perwakilan Konsulat Jenderal Malaysia yang pernah mendatangi penampungan tersebut menolak untuk mengakui bahwa mereka adalah warga negara Malaysia hanya karena mereka tidak memiliki kartu identitas penduduk dari Negeri Jiran itu.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Bupati Berau Makmur Hapk, karena seluruh nelayan itu mengakui sendiri jika mereka berasal dari Bangau-Bangau Samporna, Malaysia dan berada di perairan Indonesia untuk mencari ikan. Bahkan seorang diantaranya mengaku bersalah atas perbuatannya menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia dan berkata, “Saya bersedia ditembak jika kembali lagi ke Indonesia.”

Makmur juga mengatakan jika nelayan-nelayan ilegal tersebut sudah berada di Indonesia sejak tahun 1970-an dan jumlahnya bertambah banyak dari waktu ke waktu. Dirinya pun juga meminta pemerintah untuk segera mendeportasi ratusan nelayan itu.

Ratusan nelayan tersebut dijuluki sebagai manusia perahu dan merupakan warga Suku Bajo, tidak terdaftar sebagai penduduk Indonesia serta kebanyakan berasal dari Samporna di Malaysia dan Filipina. Mereka tertangkap oleh satuan keamanan laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu saat sedang mencari ikan di wilayah perairan Indonesia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *