88 Orang Tertangkap, Filipina Minta Disebut Nelayan Tradisional Bukan Pencuri Ikan

88 Orang Tertangkap, Filipina Minta Disebut Nelayan Tradisional Bukan Pencuri Ikan
wartalima.com – Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad mengatakan bahwa pemerintah Filipina meminta para nelayan mereka disebut sebagai nelayan tradisional, bukan pencuri ikan.

Permintaan tersebut pun mendapat tanggapan baik dari pemerintah Indonesia lantaran Filipina juga merespon dengan baik terkait pemulangan nelayan mereka yang ditangkap di perairan Berau, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

Kedua negara pun melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang penanganan nelayan Filipina yang masuk ke wilayah perairan Indonesia tanpa izin dan sebaliknya.

Dikatakan Sudirman, dengan MoU ini diharapkan nelayan yang tak berizin dari kedua negara bisa ditangani dengan baik dan bahkan tidak akan ada lagi nelayan ilegal dari Filipina yang beroperasi di perairan Indonesia maupun sebaliknya.

Sebelumnya, sebanyak 676 nelayan asing yang tak mengantongi izin ditangkap di perairan Berau, Kalimantan Timur dan 88 orang di antaranya berasal dari Filipina.

Pemerintah Filipina pun segera mengirim utusan ke Indonesia guna membahas pemulangan nelayan-nelayan tersebut yang rencananya akan dipulangkan sebelum 25 Desember 2014.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *