Diperketat, Tenaga Kerja Asing Harus Bisa Berbahasa Indonesia

Diperketat, Tenaga Kerja Asing Harus Bisa Berbahasa Indonesia
wartalima.com – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengharapkan revisi Pemenaker selesai pada bulan Februari nanti dan peraturan bagi tenaga kerja asing (TKA) yang akan bekerja di Indonesia untuk wajib menguasai Bahasa Indonesia bisa segera diimplementasikan.

Draft revisi Permenakertrans No. 12 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing saat ini sedang disinkronkan dengan sejumlah peraturan lain di Kementerian Hukum dan HAM.

Bahasan rancangan revisi Permenaker tersebut melibatkan pihak Kemnaker dan instansi teknis yang berkaitan guna lebih mengetatkan lagi masuknya TKA ke Indonesia.

Sementara itu, Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemnaker dan Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Indonesia membahas tentang materi uji kemampuan Bahasa Indonesia berdasarkan level kemampuan berbahasa Indonesia yang nantinya menggunakan sistem skor tes berupa TOIFL (Test of Indonesian as Foreign Language).

Peraturan lain untuk para TKA yang akan ditetapkan dalam revisi Permenaker tersebut, antara lain berijazah minimal S1 yang dokumennya diunggah melalui sistem online bersama dengan dokumen dari setifikat uji kompetensi masing-masing jabatan dan keterangan pengalaman kerja, membuat pernyataan untuk mengalihkan keahliannya ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pendamping berdasarkan nama, alamat, jabatan dan kontrak kerja.

Namun untuk surat pernyataan tersebut tidak berlaku bagi TKA yang memiliki jabatan sebagai direksi maupun komisaris yang namanya berada dalam akte pendirian perusahaan yang telah disahkan KemenkumHAM. After sales service dan jasa impresariat juga tidak memerlukan pernyataan ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *