Hati-hati Bertransaksi Online, Jasa Rekber Kenamaan Kaskus Blackpanda Melarikan Ratusan Juta Uang Nasabah

Kategori: Kriminal
Hati-hati Bertransaksi Online, Jasa Rekber Kenamaan Kaskus Blackpanda Melarikan Ratusan Juta Uang Nasabah
Beberapa tahun belakangan ini jumlah transaksi jual beli online meningkat pesat, dimulai dari jual beli di forum2 komunitas dan akhirnya berkembang ke website-website toko online mulai dari lazada, blibli, bukalapak dll.

Perkembangan bisnis online yang sedemikian pesat sangat membentu pergerakan ekonomi masyarakat. Kita bisa mendapatkan atau menjual barang2 tidak dibatasi oleh jarak dan waktu.

Tetapi semua kenyamanan itu terusik oleh makin maraknya kasus-kasus penipuan jual beli online, baik di forum-forum seperti kaskus, media social facebook dll.

Akhirnya untuk mengurangi praktek-praktek penipuan tersebut dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk tetap percaya pada trasaksi online, para pelaku-pelaku bisnis online mulai berinisiatif dengan membuka dan memakai jasa rekber ( rekening bersama ) yang menjembatani antara pembeli dan penjual, atau bisa juga disebut bank perantara.

Akhirnya kita sedikit lega karena dengan bermunculnya jasa-jasa rekber, para penjual dan pembeli bisa lebih yakin dan percaya dalam transaksi jual beli online.
Akan tetapi kabar tak mengenakkan kemarin muncul dari salah satu Forum terbesar di Indonesia Kaskus. Terjadi penggelapan dana nasabah oleh seorang penyedia jasa rekber kenamaan Blackpanda.

Blackpanda adalah seorang rekber di kaskus yang memiliki reputasi sangat bagus, mungkin dia adalah rekber kaskus yang paling bisa di percaya sebelum kasus ini muncul.

Tidak main-main, dana yang digelapkan sudah tercatat diatas 400juta lebih.

Kejadian bermula dari sebuah thread dengan judul sangat heboh, "WANTED DEAD OR ALIVE : ROY WIDYA A.K.A Blackpanda".link.

Dari situ mulai muncul satu persatu korban penggelapan dana, baik pihak pembeli yang sudah terlanjur transfer tapi seller membatalkan transaksi karena mengetahui banyak kasus dari rekber Blackpanda, maupun seller2 yang sudah kirim barang, tapi dana nya tidak kunjung di cairkan.

Jumlah korban sudah mencapai ratusan orang dengan dana yang tertahan mulai dari 250rb sampai puluhan juta rupiah.
DISCLAIMER: Segala Komentar yang tertampil bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi WARTALIMA.com melainkan adalah sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim. bagi komentar yang dianggap berisi fitnah, tidak etis atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan, Redaksi berhak menghapuskan komentar dan atau menutup akses bagi pengirim.
LiveZilla Live Help