Kartun Porno Digunakan Untuk Acara Pemilu

Kategori: Internasional
Kartun Porno Digunakan Untuk Acara Pemilu
Denmark, wartalima.com - Pemerintah Denmark punya cara tersendiri untuk mengajak pemudanya memilih dalam pemilihan parlemen yang akan berlangsung 25 Mei mendatang. Melalui pendekatan yang "lebih muda" pemerintah Denmark pakai kartun pornografi untuk merayu para pemuda negara tersebut.

Diberitakan Daily Mail Rabu, 14 Mei 2014, kartun itu menampilkan seorang pria berbadan kekar dan besar bernama Voteman. Adegan dalam iklan itu dibuka dengan cabul. Voteman tengah di kasur bersama lima wanita bugil. Karena hari pemilu tiba, dia mencampakkan "para selirnya" itu dengan kasar. Dia lantas berkendara di atas dua lumba-lumba dan mengajak orang memilih. Dalam satu adegan, dia menonjok wajah warga -baik pria dan wanita- sampai mereka terlempar ke TPS.

Adegan lainnya, dia masuk ke dalam kamar dan menyibakkan selimut yang menutupi dua kekasih yang tengah bercinta di hari pemilihan. Lalu, Voteman melempar kedua sejoli tanpa pakaian itu keluar jendela.
Disebutkan bahwa Voteman dulunya pemilih golput. Lalu dikatakan, akibat golput, berbagai kebijakan terbengkalai, di antaranya soal perubahan iklim, bahan kimia pada mainan, dan terlalu banyak garam di roti.

Awalnya video ini diunggah ke Youtube dan situs parlemen Denmark, namun belakangan dicabut karena dianggap cabul dan tidak profesional. Anggota parlemen Samuelsen, mengatakan bahwa iklan tersebut mempromosikan pornografi, kekerasan terhadap wanita dan kekerasan terhadap warga. Namun anggota parlemen lainnya Mogens Lykketoft mendukungnya dengan mengatakan bahwa iklan itu akan menginspirasi para pemuda untuk memilih.

"Jumlah pemilih yang banyak sangat penting, jadi metode apa pun bisa digunakan. Sempat ada diskusi di parlemen, tapi saya pikir iklan ini tidak apa. Banyak yang lebih parah," kata dia.

( viva.co.id )
DISCLAIMER: Segala Komentar yang tertampil bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi WARTALIMA.com melainkan adalah sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim. bagi komentar yang dianggap berisi fitnah, tidak etis atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan, Redaksi berhak menghapuskan komentar dan atau menutup akses bagi pengirim.
LiveZilla Live Help