Ketua MK Ancam Pidanakan Saksi-saksi Palsu

Ketua MK Ancam Pidanakan Saksi-saksi Palsu
WARTALIMA.COM, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan saksi yang memberikan keterangan palsu diancam hukuman tujuh tahun kurungan. “Saksi di bawah sumpah itu ancaman bisa sampai tujuh tahun,” ujar Hamdan usai mengikuti upacara peringatan ulang tahun MK ke-11 di halaman gedung, Rabu, 13 Mei 2014.

Menurut Hamdan, semua pihak dapat melaporkan saksi yang memberikan keterangan palsu ke pihak berwajib. “Tentunya bisa diproses di pengadilan pidana, bukan di MK,” ujar Hamdan lagi.

Lembaganya, kata Hamdan, akan tetap mendengar keterangan para saksi yang sudah disumpah, meskipun tuduhan kesaksian palsu santer terdengar. Ia menyerahkan putusan menentukan keterangan yang diberikan palsu atau tidak pada pengadilan pidana. “Palsu-tak palsu itu pengadilan pidana yang memutuskan. Masalah percaya atau tidak, itu masalah keyakinan hakim melihat dan memutuskan,” kata dia.

Hingga hari ini, Hamdan menilai persidangan PHPU Pilpres cukup baik dan tertib. Semua pihak, kata dia, mempersiapkan bukti dan saksi secara serius. Permintaan majelis hakim, menurut Hamdan, juga dilaksanakan oleh para pihak.

Mahkamah Konstitusi kembali menggelar sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu presiden di ruang sidang pleno. Agenda sidang kelima ini adalah mendengarkan kesaksian dari pihak termohon dan terkait. Sebanyak 25 orang dari masing-masing pihak akan memberikan kesaksiannya hari ini.

Kubu Prabowo-Hatta memohon MK menyatakan batal dan tidak mengikat terhadap Keputusan KPU Nomor 535/KPTS/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 serta menyatakan perolehan suara yang benar adalah Prabowo-Hatta 67.139.153 dan Jokowi-JK 66.435.124 dan menetapkan Prabowo-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

(tempo.co)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *