Ribuan Rumah yang Disita Ahok Dihuni Pejabat dan Artis

Kategori: Nasional
Ribuan Rumah yang Disita Ahok Dihuni Pejabat dan Artis wartalima.com - Terdapat sekitar 1.200 rumah mewah peninggalan Belanda yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat yang rencananya bakal disita oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari ribuan rumah tersebut, sebagian besar dihuni oleh pengusaha, pejabat dan artis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok meradang seketika saat mengetahui bahwa banyak aset milik pemprov yang tidak memiliki sertifikat dan tidak jelas.

“Saat ini rumah-rumah itu dihuni oleh para pejabat, artis, politisi hingga pengusaha,” kata seorang pejabat DKI yang enggan disebut namanya, kemarin.

Sekda DKI Jakarta Saefullah tidak membantah kalau ribuan rumah di kawasan Menteng tidak memiliki sartifikat. Bahkan, rumah mewah itu sudah puluhan tahun tidak ada surat-suratnya. “Pak Wagub ingin disertifikat,” ujarnya saat dicegat wartawan di Balaikota, Jakarta, Senin (18/8).

Saat ini, lanjut Saefullah, penghuni rumah hanya mengurus surat izin penghunian (SIP) jika ingin menempati ke Dinas Perumahan. Setiap dua tahun sekali, pemegang SIP tersebut harus memperpanjang kembali di Dinas Perumahan.

Dia menilai proses sertifikasi tidak mudah. Alasannya, semua rumah sudah ada yang menempati. “Lihat saja nanti hasil pembahasannya seperti apa,” pungkas dia.

Sumber Nonstop mengaku, rapat pimpinan (Rapim) yang dihadiri oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI beserta perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) berlangsung tegang. Ahok tidak akan tebang pilih dan bakal menyita seluruh rumah peninggalan Belanda itu menjadi milik pemprov.
Diketahui, artis yang disebut-sebut tinggal di kawasan Menteng. Mereka diantaranya adalah, Angel Lelga, Inneke Koesherawati, Titiek Puspa dan Olla Ramlan dan Nia Ramadhani.

Di kalangan politisi dan pengusaha ada nama, Wakil Ketua Umum Golkar Fadel Muhammad, Mbak Tutut, pendiri Hanura Fuad Bawazier, politisi PPP yang juga Menpera Djan Farid.

Lalu, Wapres terpilih Jusuf Kalla, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, politisi senior Golkar Theo L. Sambuaga, adik Soeharto yakni Probosutedjo, Murdaya Poo, Menko Perekonomian Chairul Tanjung serta Oesman Sapta Odang serta Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro alias Ibas.
DPRD: Aset Jakarta
Banyak Yang Lenyap

Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menyita rumah-rumah mewah bekas peninggalan Belanda didukung DPRD. Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Prasetyo Edi Marsudi menyatakan, lenyapnya aset pemprov lantaran tidak ada ketegasan.
Nah, dengan melakukan sertifikasi tentunya bisa mengembalikan aset milik Jakarta yang selama ini hilang. “Harus dikembalikan aset pemprov. Jangan sampai aset tersebut lenyap,” terang politisi yang bakal dicalonkan jadi Ketua DPRD DKI ini kepada Nonstop, kemarin malam.
Wajar jika Menteng menjadi tempat kumpulnya para artis hingga pejabat negara serta pengusaha. Sebab, Menteng selain sejuk dan asri adalah jantungnya DKI Jakarta. “Saya rasa bukan hanya Menteng yang harus diselamatkan tapi seluruh aset milik DKI juga wajib diselamatkan,” tambah Pras.
Berdasarkan sejarah, daerah Menteng pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah Menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung Menteng.
Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut Menteng.
Makelar rumah di Menteng, Gunawan menyatakan, pasaran harga properti bisa mencapai Rp 75 miliar. “Harga rumah di Menteng sama dengan Kuningan dan Pondok Indah. Bahkan, Menteng bisa lebih mahal dan harganya terus naik setelah Presiden AS Barack Obama mengaku tinggal di sana,” ungkapnya.
Di kalangan pengusaha, artis hingga politisi terang Gunawan, tinggal di Menteng memiliki kelebihan. “Karena Menteng bisa disebut sebagai simbol Jakarta dan Indonesia. Anda bisa lihat dari Soekarno, Soeharto, Megawati dan petinggi negeri ini pernah tinggal di sana,” ungkapnya.

Selain di Menteng, ada 1.281 rumah dan gedung di seluruh DKI warisan Belanda, yang mengajukan Surat Izin Penghunian (SIP). Jumlah tersebut tediri dari sembilan kategori dan akan segera disediki.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Yonathan Pasodung kepada wartawan usai rapat dengan Ahok di Balaikota. “9 kategori itu rinciannya, sebanyak 62 unit milik Panitia Pelaksanaan Penguasaan Benda Tetap Milik Perseorangan Warga Belanda (P3MB), 70 unit gedung-gedung negeri milik Kementerian Pekerjaan Umum, 35 unit sudah dimilik oleh perusahaan negara termasuk bank,” klaim Yonathan, Senin (18/8).
Lalu, 86 unit milik perusahaan swasta dan asuransi, 53 unit dikuasai presidium kabinet, yayasan dan gereja memiliki 23 unit, pemilik perorangan sebanyak 429 unit, kota praja 10 unit, dan yang tidak diketahui dan tidak terdaftar sebanyak 564 unit.
“Yang tidak diketahui ini yang akan kami data, siapa pemiliknya. Bisa saja dimiliki oleh kota praja, perorangan, dan lainnya,” tuturnya.
Menurut Jonathan, dari kesembilan kategori itu, yang pasti bisa disertifikat, yakni 10 unit milik kota praja. Kota praja adalah bangunan bekas peninggalan pemerintah Belanda, bukan milik perorangan.
“Yang kota praja yang bisa naikan statusnya (disertifikat). Bisa yang nempati sekarang atau pemda. Pemda bisa buat taman dan lain-lain,” ucapnya.
Dari sepuluh bangunan kota praja, luasnya relatif kecil, sekitar 30-40 meter persegi. Yonathan tak menyebut secara rinci di mana letak bangunan kategori kota praja. Salah satu ada di wilayah Jakarta Barat. Dia mengatakan, 564 unit yang tidak terdaftar bisa juga disertifikat. Hanya tergantung kejelasan rumah dan bangunan tersebut.

(nonstop-online.com)
DISCLAIMER: Segala Komentar yang tertampil bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi WARTALIMA.com melainkan adalah sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim. bagi komentar yang dianggap berisi fitnah, tidak etis atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan, Redaksi berhak menghapuskan komentar dan atau menutup akses bagi pengirim.
ahmad yahya 20 Aug 2014 11:00
sy bayangkan tahun pertama nanti jokowi, indonesia berubah total
          1
Anton 20 Aug 2014 12:27
satu persatu kondisi DKI terkuak
          2
nunung hz 20 Aug 2014 13:17
Mantap, itu baru namanya gerakan perubahan
          3
Cenock 20 Aug 2014 13:38
Ahok...... gue suka gaya lo....
          4
odie 20 Aug 2014 14:12
Judulnya terlalu bombastis. Tidak ada penyitaan. Yang ada adalah Penyesuaian Kepemilikan.
          5
widodo slamet 20 Aug 2014 14:23
Pantas saja banyak yang menolak Ahok sebagai gubernur DKI menggantikan Jokowi.
          6
Rachel 20 Aug 2014 15:34
Mantap pa ahok, sy berharap tdk hanya omongan semata, tp bs dilaksanakan dgn baik, amin ....
          7
Indra Kusuma 20 Aug 2014 17:00
Wah, gimana pajaknya selama puluhan tahun apakah bebas pajak
          8
HB 20 Aug 2014 19:03
hati hati pak Ahok orang yang anda lawan ini banyak duit jangan sampe bapak di celakain saya berdoa juga atas keselamatan bapa kerana bapa satu2nya orang yang benar mau memajukan Indonesia setelah bertaun2 dipimpin sama orang2 yang enga benar.
          9
icha 20 Aug 2014 19:52
Apa hub dgn jokowi ya..jkarta hebat bkn krn jokowi tp ahok
          10
Wal Suparmo 21 Aug 2014 00:46
Pak Soetoro ayah tiri Barrack Obama pernah tinggal di 2 tempat yaitu di MENTENG KECIL dan Taman Matraman Timur( Taman Amir Hamzah, dengan mengontrak rumah pavilyun di no:22.Dua tempat itu tidak bisa dikaytakan daerah MENTENG yg benar.Patun g Barrack Obama jujga sudah dpindah dari tempat umum ( Taman Menteng) ke sekolahnya karena bangsa Indoneia mungkin malu.

Pak Soetoro ayah tiri Barrack Obama pernah tinggal di 2 tempat yaitu di MENTENG KECIL dan Taman Matraman Timur( Taman Amir Hamzah, dengan mengontrak rumah pavilyun di no:22.Dua tempat itu tidak bisa dikaytakan daerah MENTENG yg benar.Patun g Barrack Obama jujga sudah dpindah dari tempat umum ( Taman Menteng) ke sekolahnya karena bangsa Indoneia mungkin malu.
          11
ANTI PEJABAT MALING 21 Aug 2014 08:56
maju terus pak Ahok. @ icha: komentar anda ngawur. Klo pak Ahok punya ide ttg merubah Jakarta, mang yg tanda tangan acc siapa? Presiden? mikir dong?
          12
rudy suswanto 21 Aug 2014 09:49
Mantaf pak AHok, maju terus , selamatkan aset Pemprof DKI
          13
Maya 21 Aug 2014 10:31
hasil dari KKN jaman orba, asset pemerintah bisa dipakai seenaknya. Maju terus Pak Ahok, sikat orang2 ga bener
          14
dwi laksana budiman 21 Aug 2014 12:26
artis artis ternyata simpanan para pejabat, makanya syukuri apa yang ada kalo ga pernah bersyukur ya begitu segala cara dipakai

artis artis ternyata simpanan pejabat, makanya syukuri apa yang ada kalo ndak pernah bersyukur ya begitu... segala cara dipakai dan dihalalkan

artis artis ternyata simpanan pejabat, makanya syukuri apa yang ada kalo ndak pernah bersyukur ya begitu... segala cara dipakai dan dihalalkan
          15
Wash 21 Aug 2014 12:27
Saya setuju sekali dengan ketegasan n sikap pak Ahok dlm mengambil keputusan. Tp sangat di sayangkan hny Jkt aja yg benerin n di periksa. Pdhl byk di kota2 lain di Indonesia yg status rmh nya spt di Menteng n butuh pembenaran. Krn saya rasa gubernur2 di provinsi lain tdk mampu bersikap spt pak Ahok. Andaikan pak Ahok jd wapres, mgkn seluruh Indonesia jd semakin baik, bukan hanya di Jkt aja. Bukan tdk mungkin seluruh Indonesia jd spt Singapore n jd negara maju n masuk dlm salah satu negara yg patut di perhitungkan n di segani oleh negara lain
          16
nia 21 Aug 2014 12:44
asal nntinya jgn cina2 yg huni rumah di menteng y hok.ingat2 ..jgn masukin bangsa2 lo ke daerah indonesia asli
          17
charles 21 Aug 2014 12:50
cek juga tanah di daerah wilayah kuningan dengan bangunan2 gedung yang sudah menjulang tinggi tuhh,,jangan2 tidak ada sertifikat, hy sip doanxx
          18
mas sae 21 Aug 2014 13:24
Maju trus pak ahok...saat nya hukum d tegak kan
jg ksehatane...
          19
Fauzi 21 Aug 2014 14:46
Ahok, Lihat Kembali sejarah, yg dulunya Punya Daerah Menteng kan Penjajah Belanda, Ambil dahulu aja Surat2 Keterangan Kepemilikan Daerah Menteng (yg ada di Negara Belanda) dan Surat-Surat itu sudah Jelas menjadi ARSIP Nasional bagi Negara Belanda, dan juga untuk mengambil ARSIP itu TIDAK LAH MUDAH!!! jd jelas Rumah-Rumah siapa saja yg bisa di SITA & di Sertifikat kan!
          20
wiwik_haryani 21 Aug 2014 14:55
Jaga kesehatan pak Ahok, smg Tuhan menjaga dan menyertai perjuangan bapak.......
          21
chris 21 Aug 2014 15:10
Quote: nia
asal nntinya jgn cina2 yg huni rumah di menteng y hok.ingat2 ..jgn masukin bangsa2 lo ke daerah indonesia asli


biasa aja kali gausa rasis
          22
christine 21 Aug 2014 15:38
Pejabat yg kaya gini yg mesti diperbanyak, maju terus pak.
          23
ellein 21 Aug 2014 16:09
Selamat bertugas untuk Pemda DKI, semoga sukses selalu dan DKI semangkin teratur kotanya,Kiranya Tuhan selalu melindungi
Salam saya
          24
303palace 21 Aug 2014 17:05
Ahok memang top. Kunjungi www.303palace.com agen ibcbet dan sbobet paling aman dan terpercaya
          25
ahmad yani 21 Aug 2014 17:44
mantabbz...
          26
Jhonru 21 Aug 2014 20:09
Mantaappp.... Majjjuuuu trruuussss....
          27
melati 21 Aug 2014 21:29
@nia : ga usa rasis.. manusia model lu neh yg bikin perpecahan..kudu digantung!!
          28
Thomas Hartono 21 Aug 2014 22:21
gw setuju banget terutama ada rumah wapres terpilih JK yang katanya semua orang kaya harus tinggal di pinggiran kota. Jadi mungkin beliau menjadi orang pertama yang dengan sukarela menyerahkan rumahnya untuk pemprov DKI untuk kemudian membeli rumah pribadinya di pinggiran kota.
          29
arya 21 Aug 2014 23:10
icha.... jgn katrok dong ahok berani karena jokowi yg beking dia. cb jamannya jokowi jd gubernur siapa yg beking jokowi.itulah maksudnya knapa jokowi maiu jd presiden supaya bs memperbaiki jakarta jd lebih baik dan membasmi koripsi.
          30
LiveZilla Live Help